Posted in Personal

Anak Si Boss

haaboss saya punya anak. cewek, bodynya jauh dari sexy.. malah cenderung gembrot (maaf buat yg gembrot), wajah.. yah standar deh gak ada yg istimewa. masih duduk di sekolah menengah pertama. dia ini hobby sekali dengan anjing dan bercita-cita punya usaha petshop.

tapi, satu hal yang saya tidak suka dari dia adalah sikapnya yang kurang layak untuk ukuran anak keluarga terhormat. saya yakin ibu-bapaknya di rumah sudah memberikan pendidikan yang bagus. dan saya tau siapa bapaknya, seorang yg cukup tegas serta keras mendidik anak di rumah tapi sangat bertanggungjawab dan perhatian. dia tidak ingin anak-anaknya jadi orang² yg manja dan terlalu bergantung pada orang lain. dugaan saya, sikap si anaknya itu terpengaruh oleh lingkungan pergaulan di sekolah. dia juga tidak segan untuk membentak-bentak orang² sekelilingnya yg dirasa “mengganggu”nya. bahkan dia membentak ibunya dan mengata-ngatainya bodoh. tiap kali dia membentak, saya selalu membayangkan anak anjing yang menyalak galak.

di suatu hari, dia bercerita kepada kami bahwa dia mendapat teguran dari kepala sekolah untuk yg kesekian kalinya. bahkan orang tuanya pun sudah dipanggil menghadap. dan kepala sekolah menyatakan teguran tsb adalah peringatan terakhir. bila terulang lagi, maka tak ada ampun si anak harus dikeluarkan dari sekolah. si anak boss hanya tertawa menganggap enteng masalah dan mengata-ngatai si kepala sekolah di depan kami, menepuk dada *nih gue! hebat, gak?* berlagak sudah memenangkan sebuah pertempuran atau seperti matador yg telah berhasil membunuh banteng di arena dengan satu tusukan lurus ke jantung. saya hanya geleng-geleng kepala dan merasa kasihan.

saya mulai observasi untuk tau lebih mengapa dia bersikap seperti itu. setelah sekian lama mengamati, saya mengambil kesimpulan(dan mungkin kesimpulan saya terlalu dini dan dangkal), bahwa sikap kasarnya itu adalah topeng untuk menutupi rasa takutnya, mindernya dan ketidak-berdayaannya. kasihan. dia sungguh-sungguh tidak berguna. mulai sejak cerita tentang kasusnya di sekolah, setiap bertemu dengannya orang² selalu menatapnya dengan pandangan ‘kasian deh, lo’.

dan inti dari semuanya adalah rasa takut dan minder. takut diremehkan orang, takut orang lain tau kelemahan diri, takut gagal dan tidak percaya diri. so, kalo ketemu ama orang yang marah-marah, bentak-bentak sepanjang hari, anggap saja orang itu pecundang.

Penulis:

Mobile Streetphotography enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s