Posted in Buku

Bertanya atau Mati!

Bertanya atau matiBuku ini didedikasikan pada semua orang yang bisa menertawakan diri sendiri“, begitu bunyi pesan sang pengarang bagi pembacanya.

Buku ini tentang apa sih? Kok judulnya seperti pekik pengobar semangat pejuang sebelum maju perang? Buku Bertanya atau Mati! berisi hal-hal remeh, sepele dan ringan yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari namun sering luput dari perhatian [bahkan bila timbul menjadi pertanyaan sering dianggap sebagai sebuah pertanyaan bodoh]. Contohnya, bagaimana pengarang menghubungkan peyeum dengan kentongan, celengan atau kuda-kudaan yang dijual di sepanjang jalan seputar Padalarang, Jawa Barat. Saya sungguh tidak pernah memperhatikan [apalagi bertanya: “apa”] korelasi antar barang dagangan di sana, tapi justru itu yang menarik perhatian si pengarang untuk mencari tahu dengan cara bertanya.

“Baca buku ini seperti bercermin ke diri sendiri. Gue jadi bisa sadar dan introspeksi, tapi bukan berarti bukunya berat. Caranya lucu dan nggak perlu mengerutkan kening.”

Arie Dagienkz
TV host & bintang iklan

Dibawakan dengan bahasa sehari-hari yang mudah dicerna, apik, santai dan sederhana. Si pengarang memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang terlihat sepele bagi kebanyakan orang. Terlebih lagi, mampu mengajak pembaca tersenyum, bukan mengerutkan kening apalagi membuat pusing tujuh keliling. Bisa dibaca sebagai bacaan hiburan atau bacaan serius. Fleksibel kok. Tergantung pembaca bagaimana melihatnya.

IsmanSiapakah si pengarang buku ini alias Isman H. Suryaman? Isman adalah seorang kepala rumah tangga, seorang ayah, mantan pengejar bus kota profesional, kuli kantoran biasa dan seorang paman berpengalaman lebih dari 7 tahun [begitu menurut pengakuannya]. Saya berkenalan dengannya sekitar 9 tahun yang lalu di sebuah tempat penyewaan pc games-vcd-dvd milik seorang kawan. Seangkatan dengan Adhitya Mulya, sama-sama penulis, dan juga sama-sama penggila pc games. Kami banyak menghabiskan waktu “kuliah” kami di rental tersebut. Tapi tidak ada yang mengira jika, Isman dan Adhit kelak menjadi penulis [karena lebih mirip jadi gamer sejati atau hacker sejati].

Komentar saya, membaca buku ini membuat saya selalu tertawa terbahak-bahak, terkekeh-tekeh atau sekedar tersenyum dan sesekali manggut-manggut [meskipun saya sudah membacanya sebanyak 3 kali]. Tidak peduli ketika itu saya sedang berada di meja kantor, di dalam kendaraan umum, di cafe atau di tempat tidur. Sejak membacanya, saya sekarang sering memperhatikan hal-hal yang biasanya saya anggap biasa saja dan tidak penting. Buku ini sedikit banyak mengubah cara pandang saya terhadap sesuatu.

Penulis:

Mobile Streetphotography enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s